DAFTAR BAHAN

PASKAH STORYTELLING

paskah.sabda.org | ayo-pa.org | live.sabda.org | BaDeNo Paskah | traktat.sabda.org

Sumber Situs Utama

  • Situs Paskah
    Situs portal Kristen yang menyediakan berbagai bahan Paskah yang alkitabiah untuk menolong gereja, komunitas, dan keluarga merenungkan makna salib dan kebangkitan Kristus serta merayakan Paskah dengan lebih mendalam dan kontekstual.
  • Paskah.co
    Situs yang menyakikan sumber-sumber bahan Paskah terbaik yang ada di internet untuk memperlengkapi persiapan dan perayaan Paskah yang alkitabiah.
  • Paket.sabda.org
    Situs yang menyediakan paket-paket bahan pelayanan bertema Paskah dan Natal yang telah dikurasi dan dimultiplikasi dari arsip-arsip seminar SABDA ke dalam berbagai format multimedia.
  • Situs Traktat SABDA
    Situs yang menyediakan seri traktat keselamatan dengan bahasa sederhana dan gambar menarik tentang Injil yang dirancang khusus untuk pelayanan penjangkauan dan penginjilan anak oleh orang tua, guru, dan pelayan anak.
  • BaDeNo Paskah
    Rencana "Multimedia" baca Alkitab selama masa Paskah. Siapa pun dapat menikmati BAca, DEngar, Nonton Alkitab dan mengalami kedalaman relasi bersama firman-Nya selama masa Paskah untuk menemukan makna Paskah sejati.
  • #Ayo PA!
    Situs yang mendorong generasi muda untuk mencintai Alkitab dan membangun kebiasaan Pemahaman Alkitab dengan menyediakan berbagai metode, alat digital, dan bahan pendukung berbasis teknologi.

Bahan-Bahan

Traktat Seri Keselamatan

Traktat Seri Keselamatan ditujukan untuk anak-anak dan para pelayan anak. Disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, serta visual yang menawan. Dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi yang menolong anak memahami kasih dan pengorbanan Kristus. Dapat diakses di situs Situs Traktat SABDA dan aplikasi Traktat SABDA.

  • Tuhan Yesus Menyelamatkanmu
    Traktat “Tuhan Yesus Menyelamatkanmu” menolong anak-anak mengenal serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat melalui penjelasan singkat dan ayat-ayat Alkitab yang relevan.
  • Hati yang Baru
    Traktat "Hati yang Baru" memperkenalkan konsep keselamatan dan pertobatan secara sederhana kepada anak-anak dan mengajarkan kepada anak-anak untuk memiliki hati yang baru, yang hanya dapat diperoleh dengan menerima Kristus sebagai Juru Selamat secara pribadi.
  • Mati dalam Yesus Kristus
    Traktat ini menggali esensi kematian manusia, mengapa hal itu terjadi, dan makna kematian dalam Yesus Kristus. Dengan menyoroti keyakinan Kristen, traktat ini memberikan pemahaman tentang mengapa orang Kristen tidak perlu takut mati dan pentingnya keselamatan dalam Yesus Kristus.
  • Hatiku Rumah Kristus
    Traktat "Hatiku Rumah Kristus" karya Robert Boyd Munger merupakan buku kecil untuk memperlengkapi pelayanan pembina siswa, anak, dan remaja di gereja maupun komunitas Kristen. Melalui traktat ini, anak dan remaja diajak untuk semakin mengenal ruang-ruang yang ada dalam hati mereka sekaligus menyerahkan setiap ruangan itu kepada Tuhan.
  • Hatiku Rumah Kristus Versi Anak
    Adaptasi Traktat “Hatiku Rumah Kristus” yang ditujukan untuk pembaca anak berusia 7-12 tahun. Dengan alur cerita yang sederhana, anak diajak untuk membuka setiap 'tempat' dalam hatinya, lalu mengundang Tuhan Yesus masuk untuk tinggal, membersihkan, mengisi hati mereka dengan kasih-Nya.

Selain tersedia secara online di Situs Traktat SABDA, Anda juga dapat memesan traktat fisik dengan menghubungi no. WA: 0881-2979-100.

REFERENSI

Kumpulan Artikel:

Kumpulan bahan SABDA / Mitra SABDA

Kumpulan Video:

Kumpulan PDF

Kumpulan Situs

SUMBER BAHAN

BAHAN (Alkitab dan Cerita Alkitab)

  1. Situs Komik Mesias dan Kingstone Mesias.sabda.org (Situs Komik Yesus Mesias karya Willem de Vink, dilengkapi dengan animasi dan pendalaman Alkitab).
    • Mesias.sabda.org – Berisi Alkitab Perjanjian Lama (Kejadian s.d. Maleakhi) dalam format video bergambar, disertai subtitle teks per ayat, dan audio (dan Playlist YouTube).
    • Komik – Yesus Mesias dalam berbagai bahasa, seperti Bahasa Indonesia Kontekstual, Jawa, dan Malayu Aru.
    • Animasi – Yesus Mesias yang dibagi ke dalam 4 bagian cerita: Persiapan, Mukjizat, Pengajaran, dan Salib.
    • Penjelasan untuk Guru – berisi video arsip seminar SABDA yang membahas tentang Kurikulum Sekolah Minggu berdasarkan Komik Yesus Mesias. Terdiri atas dua seri.
    • Panduan Pendalaman – berisi 34 pelajaran dari Komik Yesus Mesias yang mengintegrasikan penggunaan Komik dan Animasi.
    Kingstone.sabda.org Seri Kisah Kasih Abadi dari Kingstone Indonesia merupakan kumpulan dari 72 buku komik yang mengisahkan cerita Alkitab secara lengkap (Kejadian -- Wahyu).
    • kingstone.sabda.org – Seri Kisah Kasih Abadi dari Kingstone Indonesia
      • 72 komik Kisah Kasih Abadi yang mengisahkan cerita lengkap dari kitab Kejadian sampai Wahyu.
      • Panduan Pendalaman – untuk melakukan pendalaman Alkitab (PA) yang lebih serius, baik secara pribadi maupun berkelompok.
  2. Kumpulan Bahan Alkitab Lain untuk Mendukung Bible Storytelling
    • DVD Bible Project – Kumpulan video animasi yang dirilis oleh The Bible Project untuk menarasikan ke-66 kitab dan tema-tema khusus dalam Alkitab.
    • DVD Alkitab Gambar PL – Berisi Alkitab Perjanjian Lama (Kejadian s.d. Maleakhi) dalam format video bergambar, disertai subtitle teks per ayat, dan audio.
    • DVD Alkitab Gambar PB – Berisi Alkitab Perjanjian Baru (Matius sampai Wahyu) dalam format video bergambar, disertai subtitle teks per ayat, dan audio.
    • DVD Alkitab Suara – Kumpulan bahan-bahan biblika yang berisi audio Alkitab dramatis yang diambil dari alkitabsuara.com dan audio Renungan Oswald Chambers.
    • DVD Dengar Alkitab – Kumpulan audio yang berisi Alkitab dan program pendalaman Alkitab untuk Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.
    • DVD Kebenaran Abadi – Program pengajaran Alkitab "Through The Bible" yang membawa pendengar kepada seluruh isi Alkitab (Kejadian -- Wahyu).
    • DVD Sekolah Alkitab – Seri-seri program audio bagi kaum awam untuk bisa mempelajari firman TUHAN secara fleksibel – kapan saja dan di mana saja.
    • DVD Library SABDA Anak – Perpustakaan digital berisi ribuan bahan dalam berbagai format seperti video, audio, gambar, teks untuk memperlengkapi pelayanan anak, remaja, pemuda, maupun dewasa.
    • Adult Bible Class Curriculum (3 Tahun) – Kurikulum Alkitab lengkap selama tiga tahun untuk dewasa, terdiri dari dua belas panduan belajar Alkitab yang masing-masing berisi 13 pelajaran. Pelajaran-pelajaran ini awalnya disusun untuk mengikuti Kurikulum Alkitab Amplified yang dikembangkan oleh Crump dan Valdes dan diterbitkan oleh Florida College. (English)
    • Younger Bible Class Curriculum (2 Tahun) (English)

PANDUAN: Bible Storytelling

Bercerita Alkitab (Bible Storytelling) melibatkan persiapan secara menyeluruh dengan memilih dan memahami secara mendalam suatu cerita Alkitab, kemudian mempraktikkan penyampaiannya melalui penceritaan kembali secara lisan. Teknik inti berfokus pada keterlibatan emosi dan kecerdasan audiens dengan menggunakan detail sensorik, gerakan yang tepat, dan suara yang dinamis. Tujuannya adalah untuk membagikan Firman Tuhan sebagai narasi yang hidup, menekankan alur cerita penebusan utamanya dan mendorong keterlibatan melalui metode seperti adaptasi budaya dan dialog.

Persiapan Bible Storytelling

  1. Pilih Cerita:
  2. Pahami Ceritanya:
  3. Hafalkan Ceritanya:
  4. Menggabungkan Konteks Budaya:
  5. Carilah Bimbingan Spiritual:

Penyampaian Bible Storytelling

  1. Gunakan Suara Anda:
  2. Gunakan Gerakan dan Ekspresi Wajah:
  3. Terhubung dengan Detail Sensorik:
  4. Terlibat Secara Emosional:
  5. Ciptakan Suasana yang Menyambut:

Tujuan Bible Storytelling

  1. Menyingkapkan Firman Tuhan:
  2. Dorong Transformasi:
  3. Menyediakan Kerangka Kerja untuk Kisah Alkitab:

DASAR: Apa saja dasar-dasar Bible Storytelling?

Bible Storytelling adalah proses meneliti secara menyeluruh sebuah kisah Alkitab lalu menyampaikannya dengan cara yang menarik, relevan secara budaya, dan mudah diingat. Pendekatan ini menekankan pemahaman terhadap konteks dan latar belakang budaya cerita, penggunaan metode kreatif seperti alat peraga atau variasi suara untuk menghidupkan kisah, serta penekanan pada pesan inti firman Tuhan.

Selain itu, pencerita perlu menunjukkan bagaimana Perjanjian Lama terhubung kepada Yesus Kristus sebagai penggenapan kisah Allah secara utuh. Persiapan yang matang, latihan yang konsisten, dan kemampuan menyesuaikan cerita dengan audiens menjadi kunci agar penyampaian tidak hanya informatif, tetapi juga memperdalam pemahaman dan keterlibatan pendengar.

1. Persiapan yang Mendalam

  • Kenali ceritanya: Pahami secara menyeluruh narasi Alkitab, detailnya, serta konteks sejarah yang melatarbelakanginya. Seorang pencerita perlu mengetahui alur, tokoh, konflik, dan tujuan penulisannya agar tidak menyampaikan cerita secara dangkal.
  • Teliti budayanya: Pelajari periode waktu dan budaya dalam cerita untuk memahami cara berpikir serta pola hidup masyarakat pada masa itu. Pemahaman ini menolong Anda menjelaskan bagian-bagian yang mungkin terasa asing bagi pendengar masa kini sehingga cerita menjadi lebih dekat dan relevan.
  • Temukan pesan inti: Identifikasi pokok atau tema utama cerita dan kaitannya dengan rangkaian besar rencana Allah – seperti Penciptaan, Kejatuhan, Penebusan, dan Penciptaan Baru. Dengan memahami kerangka besar ini, Anda dapat menempatkan setiap kisah dalam alur besar firman Tuhan.

2. Penyampaian yang Menarik

  • Gunakan detail indrawi: Libatkan gambaran penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasaan untuk membuat cerita terasa hidup dan menyeluruh. Pendengar akan lebih mudah mengingat kisah ketika mereka dapat membayangkannya secara konkret.
  • Gunakan variasi suara dan bahasa tubuh: Bedakan karakter melalui perubahan intonasi, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh untuk membangun ketegangan sekaligus menjaga perhatian pendengar tetap terarah.
  • Gunakan alat peraga atau visual: Manfaatkan media seperti papan flanel, gambar di papan tulis, atau model sederhana untuk membantu menggambarkan cerita. Sekarang, ilustrasi digital atau media presentasi juga dapat digunakan untuk tujuan yang sama, selama tetap mendukung pesan utama dan tidak mengalihkan fokus dari firman Tuhan.
  • Jadilah diri sendiri: Sampaikan cerita secara alami dan penuh semangat. Hindari berbicara terlalu cepat atau terdengar seperti sedang membaca naskah. Keaslian dan ketulusan akan membuat cerita lebih kuat.

3. Koneksi Budaya dan Rohani

  • Perhatikan audiens: Sesuaikan isi dan cara penyampaian dengan konteks budaya serta usia pendengar. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa memerlukan pendekatan yang berbeda, baik dalam bahasa maupun penekanan aplikasi.
  • Berfokus pada firman Tuhan: Biarkan kisah Allah berbicara sebagaimana adanya. Jangan terjebak dalam perdebatan yang tidak perlu atau mencoba mengubah alur cerita agar sesuai dengan preferensi pribadi, tetapi percayalah bahwa firman Tuhan memiliki kuasa untuk bekerja di hati pendengar.
  • Hubungkan dengan Kristus: Sampaikan cerita dengan pemahaman yang jelas tentang bagaimana kisah tersebut menunjuk kepada Yesus. Tunjukkan bahwa Perjanjian Lama berisi janji-janji Allah yang menemukan penggenapannya di dalam dia, sehingga pendengar melihat kesinambungan seluruh Alkitab.

4. Latihan dan Penyempurnaan

  • Berlatih dengan suara keras: Latihlah penyampaian cerita secara lisan untuk memperbaiki gaya bertutur, ritme, dan kejelasan ekspresi. Latihan membantu Anda menemukan bagian yang masih terasa kaku atau kurang jelas.
  • Rekam diri sendiri: Rekam sesi latihan dalam bentuk video atau audio untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Dengan meninjau kembali cara Anda bercerita, Anda dapat terus menyempurnakan penyampaian sehingga semakin efektif dan berdampak.

LESSON PLAN:

Bible Storytelling untuk Orang Dewasa (60 Menit)

Tujuan sesi ini adalah memperkenalkan Bible Storytelling sebagai sarana yang kuat untuk misi dan pendalaman firman Tuhan. Sesi ini bersifat interaktif, mengajak peserta memahami pentingnya komunikasi lisan, serta dilengkapi dengan latihan praktik bercerita.

Rencana Pelajaran: Pengantar Bible Storytelling (60 Menit)

Tujuan: Memperlengkapi peserta dengan pemahaman dasar tentang Bible Storytelling secara lisan serta relevansinya bagi misi dan keterlibatan yang lebih mendalam dengan firman Tuhan.

Bahan yang diperlukan:

  • Alkitab
  • Papan tulis atau flip chart (beserta spidol)
  • Lembar ringkasan prinsip-prinsip utama Bible Storytelling (opsional)
  • Untuk latihan: satu bagian Alkitab berbentuk narasi yang jelas (misalnya perumpamaan tentang anak yang hilang dalam Lukas 15:11–32)

1. Pendahuluan: "Kuasa Sebuah Cerita" (5–10 menit)

Pembuka (2 menit): Mintalah peserta membagikan satu cerita yang berkesan dari masa kecil mereka – bisa berupa kisah dari kakek atau nenek, legenda lokal, atau cerita apa pun yang melekat dalam ingatan mereka.

Transisi (3 menit): Jelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kecenderungan alami untuk memahami dan mengingat cerita. Hal ini berlaku di semua budaya, terutama bagi sekitar 70% populasi dunia yang merupakan komunikator lisan – mereka lebih mudah belajar melalui mendengar dan berbicara daripada membaca.

Pertanyaan awal (2 menit): Ajukan pertanyaan, "Jika cerita begitu kuat, bagaimana kita dapat menggunakannya untuk membagikan kisah Allah dengan lebih efektif?"

2. Apa itu Bible Storytelling secara lisan? (15 menit)

Lebih dari sekadar membaca (5 menit): Tekankan bahwa Bible Storytelling bukan hanya membaca firman Tuhan dengan suara keras. Ini adalah proses yang disengaja dan strategis untuk menyampaikan narasi Alkitab secara lisan agar dapat dipahami, diingat, dan diterapkan.

Preseden alkitabiah (5 menit): Tunjukkan bahwa metode ini memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab.

  • Yesus mengajar melalui perumpamaan – cerita singkat yang mudah diingat dan dipahami.
  • Dalam Perjanjian Lama, kisah-kisah iman diteruskan secara lisan dari generasi ke generasi (lihat Ulangan 6:6–9 dan Mazmur 78).

Mengapa hal ini penting – Tujuannya adalah misi dan keterlibatan (5 menit): Bahas penerapan praktis Bible Storytelling.

  • Misi: Metode ini menembus hambatan literasi dan budaya sehingga Injil dapat disampaikan secara efektif di negara-negara dengan akses terbatas serta di antara kelompok masyarakat yang belum terjangkau.
  • Keterlibatan dengan firman Tuhan: Membantu setiap orang percaya, termasuk yang melek huruf, untuk menginternalisasi firman Tuhan secara lebih mendalam.
  • Pemuridan: Mendorong diskusi dan penerapan pribadi sehingga tercipta pengalaman yang lebih relasional dan mendalam dengan firman Tuhan.

3. Latihan Menceritakan Kisah (20 menit)

Gambaran besar "Dari Penciptaan sampai Kristus" (5 menit): Jelaskan secara singkat alur besar Alkitab – mulai dari Penciptaan dan Kejatuhan, hingga kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Tegaskan bahwa setiap kisah individu merupakan bagian dari narasi besar ini.

Latihan bercerita terpandu (10 menit):

  • Ajak peserta membuka perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11–32).
  • Bacakan kisah tersebut dengan ekspresi yang hidup.
  • Mintalah peserta menceritakan kembali kisah itu secara bergantian, kalimat demi kalimat, tanpa melihat teks. Bimbing mereka untuk mengingat urutan peristiwa.

Latihan berpasangan (5 menit): Bagi peserta menjadi pasangan. Satu orang menceritakan kisah anak yang hilang kepada pasangannya dengan kata-katanya sendiri dan dengan ekspresi yang tepat. Setelah itu, mereka bertukar peran.

4. Diskusi dan Penerapan (10 menit)

Refleksi atas latihan (5 menit): Tanyakan kepada peserta tentang pengalaman mereka ketika menceritakan kisah tersebut.

  • Apa yang terasa menantang?
  • Apa perbedaannya ketika mendengar cerita secara lisan dibandingkan membacanya sendiri?

Pertanyaan diskusi (5 menit):

  • "Apa yang Anda perhatikan tentang Allah atau Yesus dalam kisah ini?"
  • "Apa yang Anda perhatikan tentang tokoh-tokoh dalam cerita ini?"
  • "Siapa orang yang dapat Anda ceritakan kisah ini kepadanya minggu ini?"

5. Penutup (5 menit)

Rangkuman: Ringkas kembali pentingnya Bible Storytelling secara lisan bagi misi dan bagi pendalaman firman Tuhan.

Doa: Tutup dengan doa, memohon agar Allah membuka kesempatan bagi setiap peserta untuk membagikan kisah-Nya kepada orang lain melalui komunikasi lisan.

Yayasan Lembaga SABDA terpanggil untuk menolong dan melayani masyarakat Kristen Indonesia dengan menyediakan alat-alat studi Alkitab dengan teknologi komputer dan internet untuk mempelajari firman Tuhan secara bertanggung jawab. Visi yang mendasari panggilan ini adalah “IT for GOD – Teknologi Informasi untuk Kerajaan Allah” yang kini berkembang menjadi “AI-4-GOD! – Teknologi AI dipakai untuk kemuliaan Tuhan”.