Traktat Seri Keselamatan ditujukan untuk anak-anak dan para pelayan anak. Disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, serta visual yang menawan. Dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan diskusi yang menolong anak memahami kasih dan pengorbanan Kristus. Dapat diakses di situs Situs Traktat SABDA dan aplikasi Traktat SABDA.
Selain tersedia secara online di Situs Traktat SABDA, Anda juga dapat memesan traktat fisik dengan menghubungi no. WA: 0881-2979-100.
E-book dan Stories dari situs Bible and Book Ministry dilengkapi tugas, diskusi, dan ayat hafalan.
Bercerita Alkitab (Bible Storytelling) melibatkan persiapan secara menyeluruh dengan memilih dan memahami secara mendalam suatu cerita Alkitab, kemudian mempraktikkan penyampaiannya melalui penceritaan kembali secara lisan. Teknik inti berfokus pada keterlibatan emosi dan kecerdasan audiens dengan menggunakan detail sensorik, gerakan yang tepat, dan suara yang dinamis. Tujuannya adalah untuk membagikan Firman Tuhan sebagai narasi yang hidup, menekankan alur cerita penebusan utamanya dan mendorong keterlibatan melalui metode seperti adaptasi budaya dan dialog.
Bible Storytelling adalah proses meneliti secara menyeluruh sebuah kisah Alkitab lalu menyampaikannya dengan cara yang menarik, relevan secara budaya, dan mudah diingat. Pendekatan ini menekankan pemahaman terhadap konteks dan latar belakang budaya cerita, penggunaan metode kreatif seperti alat peraga atau variasi suara untuk menghidupkan kisah, serta penekanan pada pesan inti firman Tuhan.
Selain itu, pencerita perlu menunjukkan bagaimana Perjanjian Lama terhubung kepada Yesus Kristus sebagai penggenapan kisah Allah secara utuh. Persiapan yang matang, latihan yang konsisten, dan kemampuan menyesuaikan cerita dengan audiens menjadi kunci agar penyampaian tidak hanya informatif, tetapi juga memperdalam pemahaman dan keterlibatan pendengar.
Tujuan sesi ini adalah memperkenalkan Bible Storytelling sebagai sarana yang kuat untuk misi dan pendalaman firman Tuhan. Sesi ini bersifat interaktif, mengajak peserta memahami pentingnya komunikasi lisan, serta dilengkapi dengan latihan praktik bercerita.
Tujuan: Memperlengkapi peserta dengan pemahaman dasar tentang Bible Storytelling secara lisan serta relevansinya bagi misi dan keterlibatan yang lebih mendalam dengan firman Tuhan.
Bahan yang diperlukan:
Pembuka (2 menit): Mintalah peserta membagikan satu cerita yang berkesan dari masa kecil mereka – bisa berupa kisah dari kakek atau nenek, legenda lokal, atau cerita apa pun yang melekat dalam ingatan mereka.
Transisi (3 menit): Jelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kecenderungan alami untuk memahami dan mengingat cerita. Hal ini berlaku di semua budaya, terutama bagi sekitar 70% populasi dunia yang merupakan komunikator lisan – mereka lebih mudah belajar melalui mendengar dan berbicara daripada membaca.
Pertanyaan awal (2 menit): Ajukan pertanyaan, "Jika cerita begitu kuat, bagaimana kita dapat menggunakannya untuk membagikan kisah Allah dengan lebih efektif?"
Lebih dari sekadar membaca (5 menit): Tekankan bahwa Bible Storytelling bukan hanya membaca firman Tuhan dengan suara keras. Ini adalah proses yang disengaja dan strategis untuk menyampaikan narasi Alkitab secara lisan agar dapat dipahami, diingat, dan diterapkan.
Preseden alkitabiah (5 menit): Tunjukkan bahwa metode ini memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab.
Mengapa hal ini penting – Tujuannya adalah misi dan keterlibatan (5 menit): Bahas penerapan praktis Bible Storytelling.
Gambaran besar "Dari Penciptaan sampai Kristus" (5 menit): Jelaskan secara singkat alur besar Alkitab – mulai dari Penciptaan dan Kejatuhan, hingga kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Tegaskan bahwa setiap kisah individu merupakan bagian dari narasi besar ini.
Latihan bercerita terpandu (10 menit):
Latihan berpasangan (5 menit): Bagi peserta menjadi pasangan. Satu orang menceritakan kisah anak yang hilang kepada pasangannya dengan kata-katanya sendiri dan dengan ekspresi yang tepat. Setelah itu, mereka bertukar peran.
Refleksi atas latihan (5 menit): Tanyakan kepada peserta tentang pengalaman mereka ketika menceritakan kisah tersebut.
Pertanyaan diskusi (5 menit):
Rangkuman: Ringkas kembali pentingnya Bible Storytelling secara lisan bagi misi dan bagi pendalaman firman Tuhan.
Doa: Tutup dengan doa, memohon agar Allah membuka kesempatan bagi setiap peserta untuk membagikan kisah-Nya kepada orang lain melalui komunikasi lisan.
Yayasan Lembaga SABDA terpanggil untuk menolong dan melayani masyarakat Kristen Indonesia dengan menyediakan alat-alat studi Alkitab dengan teknologi komputer dan internet untuk mempelajari firman Tuhan secara bertanggung jawab. Visi yang mendasari panggilan ini adalah “IT for GOD – Teknologi Informasi untuk Kerajaan Allah” yang kini berkembang menjadi “AI-4-GOD! – Teknologi AI dipakai untuk kemuliaan Tuhan”.